Renungan Mazmur 3:1-3 Di Sebut Berbahagia

Mazmur 3:1-3 (TB) 1 Berbahagialah orang
yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Tidak ada satu manusia pun yang tidak mencari kebahagiaan di muka bumi ini. Apa pun yang dilakukan di sepanjang zaman kehidupan manusia, manusia mencari satu hal yaitu rasa Bahagia, rasa puas, makna. Kekuasaan yang dikejar oleh manusia untuk kebahagiaan, cinta yang dikejar oleh manusia untuk kebahagiaan. Jika kebahagiaan adalah tujuan dari kehidupan manusia di muka bumi ini. Lalu mengapa manusia tidak pernah benar-benar mendapatkan hal itu?
Mazmur menjawab pertanyaan di atas, karena kecenderungan manusia bukanlah berjalan berdasarkan nasehat orang benar. Melainkan mereka lebih mencintai kefasikan untuk memperoleh kebahagiaan. Ketika kita merenungkan Kembali Alkitab kita, kita perlu sadar bahwa Alkitab memberitakan dengan sangat jujur, siapa manusia sebenarnya dan bagaimana peradaban dunia ini berjalan dipenuhi kebrutalan manusia untuk mencapai kedamaian kebahagiaan.
1. Hidup yang diberkati
Jika kita melihat kata “Berbahagialah” berasal dari kata Ibrani “ 'esher ” yang berarti “terberkatilah.” Jadi saat kita merenungkan Mazmur 1:1, kita sedang dibertahukan bagaimana agar kita memiliki kehidupan yang terberkati, kehidupan yang benar-benar menerima yang seharusnya kita terima sebagai mahluk ciptaan TUHAN.
Kehidupan yang diberkati merupakan hidup yang menjauhi kejahatan, kehidupan yang membenci dosa. Saya tidak sedang berbicara tentang dosa universal, ini adalah dosa pribadi anda dan saya sendiri. Setiap kita orang berdosa, kitalah orang-orang yang alkitab katakan fasik.
Menyadarkan diri sendiri, bahwa kita adalah orang berdosa merupakan bagian paling penting dalam kehidupan Kekristenan. Karena dari kesadaran inilah, membawa kita pada hidup yang bertobat. Mengarahkan hati pikiran kita kepada Tuhan, mengarahkan hidup kita pada kasih karunia Tuhan.
Karena hanya kasih karunia inilah harapan kita dalam hidup yang benar-benar sementara hari ini. Berkat sejati yang dapat kita peroleh hanya melalui pemberian Tuhan. Yaitu keselamatan jiwa yang seharusnya binasa, keselamatan diri dari perbudakan dosa dan segala hal yang menjadikan keseluruhan hidup di muka bumi ini sia-sia.
Berkat yang berasal dari Tuhan adalah keselamatan yang diberikan, melalui kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Inilah Injil. Kebahagiaan yang didasarkan keadaan dunia, hidup anda yang sehat, banyak uang, dan relasi yang sehat. Sangatlah rapuh, jika Injil tidak menjadi dasar kehidupan pribadi anda. Bukanlah Injil, ini merupakan kabar buruk.
Saya menuliskan demikian bukan tanpa alasan, jika anda memikirkan Kembali apa yang ada dalam dunia yang sangat sementara. Anda akan setuju pada saya, bahwa apa yang anda dan saya miliki sekarang sangat sementara. Masa muda begitu cepat berlalu, per-hari ini, 2026, anak-anak yang lahir pada tahun 1998, berumur 28 tahun.
Jadi saya rasa anda setuju dengan saya, bahwa sukacita kita tidak dapat didasarkan pada apa yang kita miliki. Melainkan pada harapan melalui Injil, melalui salib dan kebangkitan Yesus. Janji-janji-Nya yang tidak pernah berubah.
2. Kesukaan yang benar
Kehidupan yang diberkati adalah kehidupan yang telah menerima keselamatan melalui kasih karunia. Dan tidak hanya sampai pada titik keselamatan dan bertobat dari segala dosa, seseorang yang diberkati bukan hanya menginginkan hal itu, kita seharusnya menginginkan hal yang paling dasar dari hidup dalam Kristus. Yaitu bergantung pada Firman Tuhan, sebagai arah hidup yang terus mengingatkan kita akan karakter Allah.
Kita dimampukan oleh Roh Kudus untuk membangun iman yang telah mati sejak adam dan hawa jatuh dalam dosa. Setelah kita percaya kepada Yesus, kita menerima kehidupan yang baru. Berdasarkan identitas yang baru ini, kita memiliki keinginan yang baru yaitu mempelajari Taurat Tuhan, atau firman Tuhan. Merenungkan firman itu siang dan malam, untuk semakin mengenal Allah dan kagum akan kuasa-Nya.
Kita memiliki kesukaan yang teramat terhadap Alkitab, karena kita tahu bahwa iman hanya dapat bertumbuh melalui perenungan akan firman Tuhan di dalam kasih karunia. Ini adalah jalan pemeliharaan iman yang harus dilakukan sampai hari kematian tiba. Ini merupakan perintah mutlak bagi kita dan perintah ini ringan bahkan manis seperti madu.
Yang saya maksud adalah; Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Ini merupakan bagian kita, sama seperti bagaimana Kristus adalah Air kehidupan, tanpa Dia kita tidak dapat melakukan apa pun.
Semakin kita mengenal Tuhan, kita hidup untuk menghasilkan buah, menjadi berkat untuk orang di sekeliling kita. Perbuatan kita bukan lagi didasarkan pada keinginan kita sendiri, melainkan pada kehendak Tuhan. Kita mengenal Tuhan dan kita tahu pasti tujuan Dia atas kehidupan kita, karena itu saudaraku bacalah Alkitab anda renungkanlah itu siang dan malam maka anda akan menemukan itulah tujuan dari keseluruhan hidup anda yang baru. Amin.
Posting Komentar untuk " Renungan Mazmur 3:1-3 Di Sebut Berbahagia"