Renungan Amsal 1:8-19 Jangan Mengikuti Kejahatan

Amsal 1:8-19 (TB)
8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu,
dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu
9 sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu,
dan suatu kalung bagi lehermu.
10 Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau,
janganlah engkau menurut;
11 jikalau mereka berkata: ”Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah,
biarlah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena;
12 biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati,
bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur;
13 kita akan mendapat pelbagai benda yang berharga,
kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan;
14 buanglah undimu ke tengah-tengah kami,
satu pundi-pundi bagi kita sekalian.”
15 Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka,
tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,
16 karena kaki mereka lari menuju kejahatan
dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah.
17 Sebab percumalah jaring dibentangkan
di depan mata segala yang bersayap,
18 padahal mereka menghadang darahnya sendiri
dan mengintai nyawanya sendiri.
19 Demikianlah pengalaman setiap orang yang loba akan keuntungan gelap,
yang mengambil nyawa orang yang mempunyainya.
Kita masuk pada nasehat praktis untuk anak-anak muda laki-laki di Israel kuno, tentunya nasehat ini sangat relevan bagi anda dan saya. Sebagai laki-laki dewasa. Kita akan melihat semua ini dari kacamata kasih karunia, dari Injil.
Kita perlu selalu Kembali pada Injil, bahwa segala pekerjaan yang kita lakukan untuk menjauh dari segala hal yang jahat. Didasari pada bahwa hidup kita ada di dalam Kristus. Kita adalah anak-anak Allah yang telah ditebus dengan darah yang mahal. Di salib Yesus menjadi kutuk, agar kita dibebaskan dari kutuk hukuman dosa.
Bahwa di luar Yesus, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita masih mati di dalam segala dosa pelanggaran kita. Kita masih hidup dalam kebinasaan kekal, karena itu Injil sangat penting untuk diulang-ulang di dalam hati pikiran kita. Menjadi pengingat akan kehidupan yang terus kita lanjutkan sampai hari ini.
Pondasi kehidupan anak remaja hingga dewasa tua
Kehidupan dimulai dari dalam keluarga oleh Ayah dan Ibu, Pendidikan yang benar dimulai dari orang tua yang takut akan Tuhan. Hal yang sangat mendasar diajarkan kepada kita melalui Amsal kali ini, yaitu tentang Pendidikan anak. Pengajaran tentang bagaimana seharusnya seorang anak mendengarkan didikan orang tua mereka dan jangan menyepelekan hal itu.
Memang mendengarkan orang tua itu sangatlah penting, terutama dalam pengajaran orang Israel. Mendengarkan orang tua, yang mengajarkan tentang Allah dan hidup menjauhi kejahatan. Itu suatu keharusan, mengetahui bahwa Dialah yang membawa orang Israel keluar dari perbudakan. Semua ini diajarkan di dalam keluarga.
Pondasi kehidupan seorang anak ada pada keluarga yang hidup menyembah Allah yang benar. Karena itu, semua hal yang akan diajarkan pasti ajaran Allah, untuk hidup taat kepada Allah dan berlaku adil.
Bagian ini sangat penting untuk direnungkan Kembali, jadi bukan hanya anak-anak yang perlu mendengarkan ajaran orang tuanya. Orang tua juga perlu memiliki podasi yang teguh untuk mengajarkan anaknya agar menjadi pribadi yang takut akan Tuhan.
Orang tua yang benar-benar takut akan Tuhan, perlu belajar untuk mengajarkan anak-anaknya untuk takut akan Tuhan. Setiap anak yang hidup menurut ajaran orang tua mereka, maka karangan bunga bagi kepalanya. Ini merupakan lambang dari kehormatan dan keindahan dalam hidup. Mereka akan terhormat di hadapan manusia dan hidup bagi kemuliaan Allah. Sehingga seorang anak memiliki tujuan hidup untuk memuji memuliakan Allah, berlaku adil dalam kehidupan dan tidak mengerjakan yang jahat.
Ciri orang jahat, larilah dari mereka
Kita dibawa pada ciri dari seorang yang tidak berhikmat, bukan hanya itu ini merupakan ciri dari orang yang mencintai kejahatannya. Mereka adalah orang-orang yang hidup untuk merugikan orang lain dan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya untuk diri mereka sendiri.
Mereka selalu mencari teman untuk diajak melakukan kejahatan, mereka menginginkan semua hal yang menyenangkan menurut ukuran mereka sendiri bagi diri sendiri. Kejahatan adalah makanan yang lezat bagi mereka dan hikmat mereka olok-olok. Mereka tidak suka ajaran ayah mereka, mereka tidak menghormati ibu mereka.
Peringatan Amsal sangatlah jelas, jangan ikuti mereka, jangan berjalan menurut jalan mereka. Larilah dari mereka dan janganlah mendekat kepada mereka. Karena pada akhirnya semua kejahatan mereka akan menghasilkan buah yang menbinasakan diri mereka sendiri. Karena mereka pada dasarnya menghadang darah mereka sendiri.
Kita diberitahukan untuk melihat akhir dari sebuah kejahatan dan melihat kepada Allah yang adil dan berkuasa. Pada akhirnya kejahatan adalah bagaimana manusia membawa diri mereka sendiri ke dalam celaka. Allah itu adil Dia juga berkuasa dan Dialah satu-satunya yang berhak atas dunia dan segala isinya. Dia dapat melakukan apa saja yang Dia inginkan termasuk membinasakan kejahatan sekaligus dengan orang jahat.
Amsal memberitahukan kepada kita dengan sangat baik, bahwa jangan mendekat pada kejahatan dan janganlah melakukan kejahatan dan janganlah bergaul dengan orang-orang jahat. Mereka yang selalu mencari keuntungan dari penderitaan orang lain.
Mendekatlah pada Tuhan, carilah kehendak-Nya, dengarkan lah nasehat orang tua yang hidupnya berpusat pada Tuhan. Jadilah anak yang memuliakan Allah di dalam kasih karunia yang telah diberikan kepadamu. Amin.
Posting Komentar untuk " Renungan Amsal 1:8-19 Jangan Mengikuti Kejahatan"