Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Mazmur 1:4-6 Disebut Kebinasaan

Mazmur 1:4-6 (TB)

4 Bukan demikian orang fasik:

mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman,

begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

6 sebab Tuhan mengenal jalan orang benar,

tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bagian kali ini membawa kita merenungkan, bahwa orang fasik mencari kebahagiaan tapi yang mereka dapatkan adalah sekam yang ditiup angin lalu hilang. Inilah yang menjadi bagian terburuk dari kehidupan manusia di muka bumi ini. Semua hal sia-sia di luar Tuhan.

Setiap kita lahir dengan anggapan bahwa kita adalah pusat alam semesta. Ada juga yang merasa begitu rapuh dan rendah karena kemiskinan. Ada yang begitu tinggi hati sehingga ia menganggap dirinya adalah pencipta dunia. Semua ini berakar dari dosa yang melekat pada kedagingan manusia. Membawa kita pada bagian pertama yang Pemazmur sebutkan. 

2. Ciri orang fasik

Cirinya adalah, tidak akan tahan berdiri di hadapan penghakiman Allah, karena semua pembelaan tentang kebenaran bagi diri mereka sendiri adalah omong kosong. Ini adalah kengerian yang teramat sangat karena pada akhirnya manusia fasik akan benar-benar sadar bahwa mereka tidak dapat menyelamatkan diri mereka sendiri. 

Semua kejahatan di dalam hati terurai jelas di hadapan Allah yang kudus dan berkuasa. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Kehadiran Allah di kehidupan nyata orang fasik sangat mengganggu mereka. Karena mereka tidak ingin ada Raja lain selain diri mereka sendiri.

Dasar dari pemikiran orang fasik adalah ini, bahwa mereka tuhan atas hidup mereka sendiri. Jadi ketika mereka mengenal Allah dan segala kehendak-Nya, itu bertentangan dengan keinginan mereka. Jadi mereka tidak menerima jika Allah hadir dalam kehidupan mereka. Mereka benar-benar menolak kehadiran Allah. Mereka terus ingin hidup melakukan kejahatan.

Orang fasik tidak dapat tahan berada di dalam Kumpulan orang-orang benar, karena apa yang ingin mereka lakukan adalah menelan dan melihat darah. Mereka tidak suka melihat orang lain bersukacita, mereka ingin diri mereka disembah. Mereka selalu hidup untuk kemuliaan diri sendiri. Kepuasan daging adalah keseluruhan tujuan hidup mereka. Kesukaan mereka adalah melakukan dosa, mereka tidak memiliki kesadaran bahwa mereka adalah budak dosa. Mereka adalah orang-orang yang membenci Tuhan.

Jika anda mengira saya sedang berkata-kata tentang orang lain di luar sana, anda salah. Ini tentang anda dan saya, kitalah orang fasik yang sedang Alkitab maksudkan. Kitalah para budak dosa dan kitalah orang-orang yang seharusnya dibinasakan. Apakah anda menyadarinya, apakah anda ingin mengakuinya. Jika ya, maka ini merupakan jalan awal untuk menjadi pohon yang ditanam di tepi aliran air kehidupan yaitu Kristus.

2. Tuhan mengenal jalan orang benar

Jalan orang benar, hanya ditemukan dalam Kristus, karena itu kita perlu selalu mengarahkan perenungan kita pada Injil. Kabar baik tentang apa yang Allah sendiri telah kerjakan bagi umat manusia. 

Bagian ini membawa kita pada krakter Allah yang sempurna, Dia yang dapat melihat semua hal. Bahkan hal terdalam di dalam diri manusia. Dia mengenal kita bahkan sebelum dunia ini diciptakan. Kuasa-Nya tidak terbatas oleh apapun, Dia dapat melakukan pekerjaan untuk kemuliaan-Nya, untuk menunjukkan keadilan-Nya bahkan memberikan kasih yang tidak terbatas.

Bahwa Tuhan mengenal jalan orang fasik, yang menuju kematian dan jalan orang benar menuju pada sukacita dan damai sejahtera. Karena Yesuslah yang memberikan jalan itu, Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia adalah jalan kebenaran dan hidup (Yoh. 14:6). Dia bukan hanya menyatakan diri-Nya demikian. Dia melakukan hal yang paling sempurna yang tidak akan pernah manusia dapat lakukan.

Dia menebus manusia dari dosa mereka, Dia membebaskan manusia dari jalan yang tidak benar untuk berjalan di jalan yang benar. Yesus mati disalibkan untuk mengerjakan rencana Allah, untuk membawa manusia Kembali menyembah Allah yang benar, agar manusia diselamatkan. Agar manusia tidak terus menjadi orang fasik. Agar manusia memuji memuliakan Allah dalam kepuasan yang seharusnya. Kepuasan yang tidak berasal dari dunia ini.

Di atas kayu salib, Yesus menjadi orang fasik yang binasa itu, agar kita yang seharusnya binasa menerima pengampunan dosa. Ketika kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita diselamatkan, kita menerima jalan kebanaran itu. Inilah Injil. Memanggil anda dan saya untuk bertobat dan hidup dalam kasih Karunia Tuhan Yesus.

Inilah arah perenungan kita, kita tahu sekarang, ini bukan tentang anda dapat menjadi orang benar. Melainkan kita dibenarkan karena Yesus sudah disalibkan mati menggantikan kita, Dia bangkit mengalahkan maut dan dengarkanlah panggilan-Nya, datanglah pada Yesus, Dialah jalan kebenaran dan hidup. Bersukacitalah dalam Dia. Amin.

Posting Komentar untuk " Renungan Mazmur 1:4-6 Disebut Kebinasaan"